Sunday, March 18, 2012

Paderi terpaksa buka Rahsia kebenaran Islam


Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidika agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang jurudakwah Islam. Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, ‘Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini.’ Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata, ‘Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.’ Barulah pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, ‘Bagaimana anda tahu bahawa saya seorang Muslim?’Paderi itu menjawab, ‘Dari tanda yang terdapat di wajahmu.
Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi ingin memanfaatkan kehadiran pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.
Paderi berkata, ‘Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.
Si pemuda tersenyum dan berkata, ‘Silakan!’
Sang paderi pun mulai bertanya,:
‘Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.’
‘Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!’
‘Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?’
‘Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?’
Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.
Setelah membaca ‘Bismillah…’ dia berkata,:
Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..
Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).’ (Al-Isra’: 12).
Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.
Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. berfirman, ‘Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.’ (Al-Mulk: 3).
Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.’ (Al-Haqah: 17).
Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.
Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah s.w.t. berfirman, ‘Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.’ (Al-An’am: 160).
Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .
Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, ‘Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.’ (Al-Baqarah: 60).
Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.’ (At-Takwir: 18)
Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, ‘Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.’ Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ‘Tak ada cercaan terhadap kamu semua.’ Dan ayah mereka Ya’qub berkata, ‘Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ (Yusuf:98)
Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, ‘Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai.’ (Luqman: 19).
Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, ‘Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.’ (Al-Anbiya’:69).
Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).
Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya Wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. ‘Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.’ (Yusuf: 28).
Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.
Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh paderi.
Pemuda ini berkata,:
‘Apakah kunci surga itu?’
Mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak.
Mereka berkata, ‘Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!’
Paderi tersebut berkata, ‘Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah.’
Mereka menjawab, ‘Kami akan jamin keselamatan anda.
Paderi pun berkata,:
‘Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah , Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.
Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa .
Kisah nyata ini diambil dari Mausu’ah al-Qishash al-Waqi’ah melalui internet, www.gesah.net (شبكة قصة الإسلامية)
Wallahu’alam….

Sunday, March 11, 2012

Kisah Nabi Ayyub Alaihissallam


Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.
Amma Ba’du:
AllahSWT telah menceritakan kepada kita beberapa kisah nabi dan  rasul di dalam kitab-Nya yang mulia agar dijadikan sebagai pelajaran, ibroh bagi kita, meneguhkan hati Nabi Muhammad SAW, memperkuat keimanan orang-orang yang beriman dan sebagai petunjuk serta rahmat bagi kaum yang beriman. AllahSWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُوْلِي الأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَـكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS. Yusuf: 111).
Allah SWT berfirman:
وَكُـلاًّ نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاء الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءكَ فِي هَـذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. (QS. Hud: 120)
Di antara rasul yang diceritakan di dalam Al-Qur’an adalah Nabi Ayyub alaihis salam.
Allah SWT berfirman:
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِن ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ
dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.(QS. Al-Anbiya’: 83-84)
Allah SWT berfirman:
وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرَى لِأُوْلِي الْأَلْبَابِ  وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِب بِّهِ وَلَا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya; "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan".  (Allah berfirman): "Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya). (QS. Shad: 41-44)
Ulama tafsir dan sejarah mengatakan, “Pada mulanya Ayyub alaihis salam adalah seorang lelaki yang memiliki banyak harta, berupa tanah yang luas, hewan ternak dan kambing, yaitu pada sebuah belahan bumi yang bernama Tsaniyah, di Huran, yang terletak di negeri Syam. Ibnu Asakir berkata, “Semua lahan yang luas itu adalah miliknya lalu Allah SWT menguji dirinya dengan kehilangan semua harta tersebut, dia diuji dengan berbagai macam ujian yang menimpa tubuhnya, sehingga tidak ada sejengkalpun dari bagian tubuhnya kecuali ditimpa penyakit kecuali hati dan lisannya. Dia selalu berzikir dengan kedua indra tersebut, bertasbih kepada Allah SWT siang dan malam, pagi dan sore. Akhirnya dengan penyakit tersebut seluruh temannya merasa jijik terhadapnya, sahabat karibnya menjadi tidak tenang dengannya. Setiap orang merasa jijik dengannya baik kerabat atau teman jauh. Akhirnya dia diasingkan pada sebuah tempat pembuangan sampah di luar kota tempat tinggalnya, dan tidak ada yang menemaninya kecuali seorang istrinya, yang selalu menjaga hak-haknya dan membalas budi baik yang pernah dilakukan terhadap dirinya serta dorongan rasa belas kasihan padanya, dia bekerja untuk mendapat upah dari orang lain, lalu dia membelikannya makanan dengan upah itu, dibarengi dengan rasa sabar melepas semua harta dan anak, bersabar dengan penyakit suami setelah hidup dalam kenikmatan dan kehormatan yang pernah disandangnya. Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un. Sebelumnya dijelaskan bahwa sang istri bekerja kepada orang lain untuk mengejar upah yang digunakan utnuk membeli makanan bagi Ayyub alaihis salam, lalu masyarakat tidak lagi membutuhkannya karena mereka mengetahui bahwa wanita itu adalah istri Ayyub, mereka takut jika terkena dengan penyakit yang menimpa Ayyub atau tertular dengan penyakit melalui interaksi secara langsung dengan sang istri, akhirnya dia tidak menemukan seorangpun yang bisa memberinya pekerjaan yang mendatangkan upah. Lalu dia pergi menuju orang-orang yang kaya dan menggadaikan kepang rambutnya dengan dengan makanan yang banyak lalu makanan itu dibawanya kepada Ayyub dan Ayyub berkata, “Dari manakah engkau mendapatkan makanan ini?. Dan dia marah kepadanya. Sang istri menjawab, “Aku telah bekerja pada banyak orang dan mendapatkan upah karenanya. Lalu pada keesokan harinya dia tidak menemukan seorangpun yang menyuruhnya bekerja dan akhirnya dia kembali menjual belahan kepangan rambut yang kedua lalu membeli makanan dengannya namun Ayyub tetap mengingkarinya, bahkan dia bersumpah bahwa dirinya tidak mau memakan makanan ini sehingga sang istri memberitahukan dari manakah dia memperoleh makanan ini. Akhirnya sang wanita membuka kerudung yang menutupi kepalanya, lalu pada saat dia melihat rambut istrinya telah tercukur rata dia berdo’a:
أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
"(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". (QS. Al-Anbiya’: 82).
Lalu Allah mendatangkan pertolongan -Nya kepadanya:
ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ
(Allah berfirman): "Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.(QS. Shad: 42)
Artinya Allah SWT memerintahkan: Pukullah bumi ini dengan kakimu. Maka diapun melaksanakan perintah Tuhan -Nya, lalu Allah SWT memancarkan mata air yang dingin, dan Dia memerintahkan kepadanya agar dia mandi dan minum dari air tersebut, kemudian Allah SWT  menghilangkan semua penyakit dan penderitaan yang menimpa tubuhnya baik yang lahir atau batin, dan Allah SWT menggantikannya dengan kesehatan yang sempurna baik lahir dan batin serta harta yang banyak sehingga limpahan harta menghujani dirinya, belalang-belalang dari emas. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah RA berkata: Pada saat Ayyub mandi dalam keadaan telanjang tiba-tiba belalang dari emas terjatuh kepadanya lalu Ayub menangkapnya dengan pakaiannya lalu Tuhannya berseru kepadanya: Wahai Ayyub!, Tidakkah Aku telah mencukupkanmu dari apa yang kau pandang sekarang ini?. Ayyub menjawab: Benar wahai Tuhanku akan tetapi aku tidak pernah merasa cukup dengan keberkahan yang engkau berikan kepadaku”.[1]
Dan Allah SWT mengembalikan keluarganya yang telah tiada, sebagaimana dijelaskan di dalam firman Allah SWT:
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِن ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ
dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QS. Al-Anbiya’: 84)
Dikatakan tentang penafsiran ayat tersebut bahwa Allah SWT menghidupkan mereka. Dalam perkataan yang lain disebutkan: Allah  SWT memberikan ganti rugi baginya saat hidup di dunia dan pendapat yang lain berkata maksud firman di atas adalah lain. Hal itu sebagai kasih sayang Allah SWT kepadanya, dan belas kasihan serta peringatan bagi orang-orang yang beribadah.[2]
Di antara pelajaran yang bisa dipetik dari cerita Nabi Ayyub alaihis salam ini adalah:
Pertama: Beratnya ujian Allah SWT bagi Nabi Ayyub ‘alaihi salam. Semua ujian itu tidak menambahkannya kecuali kesabaran, harapan pahala dari Allah SWT, pujian dan rasa syukur kepada -Nya, sehingga Ayyub adalah sebagai contoh dalam kesabaran, dia sebagai contoh dalam menghadapi berbagai penyakit. Al-Suddy berkata, “Semua kulit luar sudah berjatuhan sehingga tidak ada yang tersisa kecuali tulang dan urat. Diriwayatkan oleh Abu Ya’la di dalam kitab musnadnya dari Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Nabi Allah, Ayyub bertahan dengan penuh kesabaran menghadapi berbagai penyakit dalam waktu delapan belas tahun, dia ditolak oleh kerabat dekat dan jauh kecuali dua lelaki dari saudaranya, keduanya selalu datang kepadanya baik pada waktu pagi atau sore. Suatu hari, salah seorang dari mereka berkata kepada yang lain: Apakah engkau mengetahui bahwa Ayyub telah berbuat dosa dengan dosa yang tidak pernah dikerjakan oleh seorangpun di dunia ini?. Maka teman yang satu bertanya: Dosa apakah yang pernah dilakukan oleh Ayyub?. Sahabat itu berkata: Sejak delapan belas tahun dia tidak pernah dikasihsayangi oleh Allah sehingga Allah menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Lalu pada saat mereka berdua pergi menemui Nabi Ayyub salah seorang shahabatnya tidak berasabar menahan dirinya dan akhirnya menceritakan apa yang pernah didengarnya. Maka Ayyub berkata: Aku tidak memahami apa yang kalian katakan, hanya saja Allah mengetahui bahwa aku pernah melewati dua orang lelaki yang sedang bertikai, lalu mereka berdua mengingatkan nama Allah, lalu akupun kembali kerumahku dan aku membantu keduanya untuk menghapuskan kesalahan mereka, karena aku tidak suk mereka menyebut nama Allah kecuali untuk suatu kebenaran…”.[3]
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya dari Mush’ab bin Sa’d dari ayahnya dia berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling besar cobaannya?. Beliau menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang yang shaleh, kemudian orang yang terbaik dari manusia. Seseorang akan diuji berdasarkan tingkat keagamaannya, jika dia memiliki agama yang tipis maka ujiannyapun diperingan, dan jika dia memiliki agama yang kuat maka ujiannyapun akan ditambah sehingga dirinya akan berjalan di muka bumi ini tanpa memiliki kesalahan”.[4]
Kedua: Dikatakan: Wahai orang yang sedang diuji, wahai orang yang sedang diuji pada harta, anak-anak dan diri kalian, bersabarlah dan kejarlah pahala dari Allah SWT, sesungguhnya Dia pasti akan mengganti. Allah SWT berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ  الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.  (QS. Al-Baqarah; 155-157)
Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah peringatan bagi mereka yang diuji pada jasadnya, hartanya dan anak-anaknya, dia memiliki tauladan pada Nabi Ayyub alaihis salam, di mana Allah SWT telah mengujinya dengan penderitaan yang lebih besar namun dia tetap bersabar dan mengharap pahala dari Allah SWT sehingga Dia memberikan kelapangan baginya”.[5]
Ketiga; Bahwa orang yang ditimpa suatu musibah lalu dia mengharap pahala dari Allah SWT dan istrija’ (mengucapkan: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun) maka Allah SWT akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang telah terlewatkan, sama seperti apa yang telah dialami oleh Ayyub alaihis salam. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Ummu Salamah bahwa Nabi Muhammad SAW berkata kepadaku, “Tidaklah seorang muslim ditimpa oleh suatu musibah lalu dia mengucapkan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah, yaitu membaca: (Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun Allahumma Ajirni fi mushibati wakhluf li kahairan minha). Sesungguhnya kita adalah milik Allah SWT dan kepada Allah-lah kita akan kembali, ya Allah berikanlah bagiku balasan kebaikan atas musibah yang menimpaku dan berikanlah balasan yang baik bagiku”. Barangsiapa yang membaca do’a di atas maka Allah SWT akan menggantikan baginya dengan sesuatu yang lebih baik darinya. Ummu Salamah berkata, “Pada saat Abu Salamah meninggal dunia aku berkata: Siapakah orang yang lebih baik dari Abu Salamah, shahabat Rasulullah SAW, kemudian Allah SWT memberikan kekuatan bagiku untuk mengucapkannya maka akupun membacanya. Ummu Salamah berkata: Maka akupun menikahi Rasulullah SAW.[6]
Keempat: Di dalam kisah ini terdapat risalah bagi para istri yang beriman bahwa mereka harus bersabar menghadapi suami-suami mereka yang menderita sakit atau kemiskinan atau cobaan lainnya, lihatlah istri Ayyub alaihis salam sebagai contoh, dia sungguh sabar dan mengharap pahala dari Allah SWT sehingga Allah SWT menghilangkan segala cobaan yang menimpa suaminya. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya dari Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak diperbolehkan seseorang manusia untuk bersujud kepada manusia yang lain, dan seandainya diperbolehkan seseorang bersujud kepada manusia yang lain maka sungguh aku akan memerintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya karena keagungan hak suami atas dirinya, demi yang jiwaku berada di tangan -Nya seandainya dari ujung kaki sang suami terdapat luka yang memancarkan nanah dan darah kemudian dia meminumnya sungguh hal itu belum memenuhi hak sang suami”.[7]
Kelima: Sesungguhnya Allah SWT manjadikan bagi hamba -Nya yang bertaqwa jalan keluar dan kelapangan. Sesungguhnya Nabi Ayyub bersumpah untuk memukul istrinya dengan seratus cambukan, Ibnu Katsir berkata, “Pada saat Allah SWT telah menyembuhkan dirinya, maka dia diperbolehkan untuk mengambil sekumpulan kayu, yaitu kumpulan tangkai kurma lalu dia memukulnya dengan satu pukulan, dan hal itu sebagai ganti dari seratus pukulan serta dengannya dia telah memenuhi sumpah dan tidak melanggarnya. Maka ini adalah salah satu bentuk kelapangan dan jalan keluar yang diberikan oleh Allah SWT bagi orang yang bertaqwa kepada -Nya dan mentaati -Nya. Apalagi terhadap istrinya yang begitu sabar dan mengharap pahala dari Allah SWT, jujur dan berbuat baik serta dewasa. Oleh karena itulah Allah SWT mengakhiri penderitaan ini dan menyebutkan sebabnya dengan firmanNya:
إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya). (QS. Shad: 44).
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad saw dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.
Oleh: Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

[1] Al-Bukhari: no: 279
[2] Al-Bidayah wan Nihayah: 1/507-509
[3] Musnad Abu Ya’la: 6/299 no: 3617
[4] Musnad Imam Ahmad: 1/172
[5] Al-Bidayah Wan Nihayah: 1/513
[6] Shahih Muslim: no: 918
[7] Musnad Imam Ahmad: 20/65 no: 12614

Thursday, March 08, 2012

Neraka tidak sentiasa panas


Roh manusia akan mengembara merentasi destinasi keenam iaitu neraka. Mereka yang menjadi ahli neraka ini akan hidup di alam terakhir ini untuk selama-lamanya. Sekiranya roh seseorang itu dapat masuk syurga maka ia adalah tempat pengembaraan paling baik dan nikmat bagi mereka.
Sebaliknya mereka menjadi ahli neraka, maka itu adalah tempat yang paling buruk. Bagi iblis dan orang-orang kafir, mereka tetap berada di alam nereka. Namun demikian, bagi orang-orang Islam yang berdosa tetapi tidak musyrik, mereka akan menempuh satu alam lagi iaitu alam syurga selapas diseksa dineraka. Bentuk neraka dan isinya.
 
Perkataan neraka berasal dari kata Ibrani yang mempunyai maksud unggun api. Sebenarnya neraka itu adalah azab iaitu tempat seksaan bagi mereka yang ingkar seperti iblis, syaitan, juga mereka yang menjadi musuh Allah seperti Fir’aun, Abu Jahal dan mereka yang berdosa. Inilah neraka yang disebut dalam Al-Quran sebagai Nar ataupun Darul Jahaanam. “Maka takutlah kamu kepada neraka yang bahan bakarnya itu adalah manusia dan batu-batu. Neraka itu disediakan untuk mereka yang kafir”.
Di dalam neraka inilah orang-orang kafir akan diazab dan diseksa. Neraka juga adalah hukuman Allah seperti pembalasan daripada amalan-amalan jahat mereka ketika hidup di dunia. Ia adalah tempat untuk membakar orang-orang yang berdosa dari golongan jin dan manusia. Apinya sangat panas dan menyala-nyala. Ini berdasarkan firman Allah SWT dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang bermaksud:
” Wahai orang-orang yang beriman. Jagalah dirimu, keluargamu daripada api neraka. Bahan-bahan bakarnya adalah manusia dan batu-batu. Sedangkan penjaganya itu adalah para malaikat yang gagah lagi bengis. mereka tu tidak menderhakai Alah, mereka itu melakukan apa saja yang diperintahkan kepadanya”.
Neraka merupakan api yang sangat panas, berjuta kali ganda panasnya berbanding denagn api didunia ini. Sekiranya api neraka jatuh ke atas dunia ini sekalipun sebesar zarah maka hancurlah dunia ini. Baginda Rasulullah saw bersabda yang bermaksud:
“Dinyalakan neraka itu seribu tahun bewarna merah, seribu tahun bewarna putih dan kadang-kadang bewarna hitam putih. Seribu tahun bewarna
hitam”. (Hadis riwayat Tirmidzi)
Salman Al Farisi berkata: “Apabila neraka itu bewarna hitam, maka hitamnya itu lebih hitam daripada malam yang gelap gelita. Tiap-tiap warna api neraka itu sama sahaja panasnya”.
Hadis riwayat Muslim dari Ibnu Mas’ud ra berkata, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
“Panas api yang kamu nyalakan di dunia ini (termasuk matahari) hanya sepertujuh puluh daripada panasnya api neraka di akhirat. Andai kata sedikit sahaja jatuh di dunia, nescaya mendidih air di laut kerana bahang kepanasannya”.
Api neraka pun kadang-kadang menjadi dingin apabila tiba musim dingin. Dinginnya neraka lebih dngin daripada sesuatu yang paling dingin di dunia ini sehingga berguguran daging-daging dari tubuh manusia.
Rasulullah saw pernah bersabda: Neraka itu pernah mengadu kepada Tuhan-Nya dengan berkata yang bermaksud ” Hai, Tuhanku. Aku telah memakan satu-persatu dan Allah telah mengizinkan aku mempunyai dua nafas, satu pada musim dingin dan satu lagi nafas pada musim panas. Kalau panas, maka panasnya adalah jauh lebih panas berbanding di dunia. Jika ia dingin, maka dinginnya itu adalah jauh lebih dingin daripada ‘ zamharir’ “.
Dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi, namun ada yang mengatakan hadis ini daif. Sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda:
“Adapun neraka itu gelap gelita, tidak ada lampu untuk meneranginya kecuali api yang menyala-nyala. Neraka itu mempunyai tujuh pintu dan tiap-tiap pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu bukit. Tiap-tiap bukit itu mempunyai tujuh puluh ribu cabangnya”.
Dalam hadis yang lain dinyatakan bahawa ia terdiri daripada tujuh pintu. Ini bererti tujuh tingkat. Oleh kerana tiap-tiap tingkat itu mempunyai satu pintu, maka setiap tingkat mempunyai satu pintu menurut dalam Al-Quran dan hadis iaitu: Neraka jahannam, Luzza, Hathamah, Sair, Sayu, Jahim dan Hawiyah.

Friday, August 19, 2011

Cara mudah mencari mukasurat Al-Quran



Assalamualaikum.
Mari berkongsi…..
Cara mudah mencari muka surat dlm Quran..!!!
Mari Kita Cuba ….! 
Al-Quran adalah peninggalan Rasulullah kpd kita semua umatnya. Ada2 benda
yg Nabi Muhammad s.a.w tinggalkan kepada kita iaitu Al-Quran dan juga
Sunnah utk kita semua amalkan. Berapa kali korang baca Al-Quran sehari? 1
kali? 2 kali atau dalam solat sahaja? Pahala paling senang nk dapat adalah
melalui pembacaan Al-Quran kerana setiap huruf diberikan 10 pahala,
tambahan pula Al_Quran adalah kalam Allah (dtg daripada Allah sendiri
bukan diciptakan manusia)
Tip yg nk kongsikan ni adalah cara utk menghafal muka suratsetiap juzuk
Al-Quran. Memang menakjubkan kerana hanya dengan menggunakan formula
matematik ringkas, kita dapat tau muka suratsetiap juzuk Al-Quran.

Jom sama2 kita belajar...
Contoh 1     
Jika anda ingin mengetahui Juzuk 5 di halaman ke berapa:
5-1 = 4, 4 perlu didarab dengan 2 jadi 4 x 2 = 8
Letakkan no 2 selepas jawapan.
Jadi, juzuk 5 adalah pada halaman 82
Sekarang lihat pada Quran dan anda akan lihat Juzuk 5 bermula pada halaman
82. Menarikkan?
Contoh 2
Jika anda ingin mengetahui Juzuk 10 di halaman ke berapa:
10-1 = 9, 9 perlu didarab dengan 2 jadi 9 x 2 = 18
Letakkan no 2 selepas jawapan.
Jadi, juzuk 10 adalah pada halaman 182
Contoh 3 
Jika anda ingin mengetahui Juzuk 23 di halaman ke berapa:
23-1 = 22, 22 perlu didarab dengan 2 jadi 22 x 2 = 44
Letakkan no 2 selepas jawapan.
Jadi, juzu 23 adalah pada halaman 442
Subhanallah, memang menakjubkan kankawan2. Sama2 kita kongsikan kepada
kawan2 kita, adik2 kita, famili2 kita supaya kita sama2 mendapat pahala…
Dipanjangkan info ini..moga dipanjangkan pahala bagi yg menulisnya dan
berkongsi dengan rahsia Allah ni.

Tuesday, August 09, 2011

Peringatan buat orang yang rugi

Kiriman -NSA-

writes "

Assalamu'alaikum wbt...
Firman Allah S.W.T dalam Surah al-Asr, "Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Melainkan, orang yang beriman, dan beramal soleh. Dan (mereka yang) mengajak ke arah kebenaran dan mengajak dengan sabar."


Dalam surah ini, Allah menekankan betapa pentingnya masa. Masa yang dimaksudkan ialah, kehidupan kita. Iaitu masa yang diberikan oleh Allah di sepanjang perjalanan hidup kita di dunia. Pada awal surah ini Allah menekankan, manusia itu (semuanya) dalam keadaan kerugian. Tidak kira siapapun, selagi dia bergelar manusia, dia berada dalam kerugian.
Namun, Allah tidak berhenti setakat itu. Allah menjelaskan lagi, apakah ciri-ciri yang boleh mengelakkan diri daripada tergolong dalam golongan yang rugi. Sebelum itu, golongan yang rugi ini adalah golongan yang di dunia merana, di akhirat sengsara. Inilah yang dikatakan rugi. Walaupun di dunia, dia merasa bahagia, walhal dalam keadaan tidak sedar (tanpa mencari kebenaran) dia sebenarnya dalam kerugian.
Sebagaimana firman Allah dalam surah al-Kahfi, ayat 103 & 104,"Katakanlah (wahai Muhammad): 'Mahukah, kami khabarkan kepada kamu akan orang-orang yang rugi serugi-ruginya amal-amal perbuatannya?'
(Iaitu) orang-orang yang telah sia-sia amal usahanya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahawa mereka sentiasa betul dan baik pada apa sahaja yang mereka lakukan'."
Inilah orang yang rugi. Dia merasa dirinya berada dalam kebenaran dan kebaikan. Walhal, selagi dia tidak mendapat kepastian dengan mempelajari Islam, selagi itulah dia rugi. pengakhiran bagi orang yang rugi, tidak lain dan tidak bukan adalah kesengsaraan di dunia dan neraka Allah yang amat azab. Na'uzubillah min zalik.
Ciri-Ciri Orang Yang Beruntung
Untuk mengelakkan hamba-Nya dalam kerugian, Allah Maha Pemurah telah memberikan ciri-ciri orang yang beruntung. Allah telah memberi kita dua jalan dalam menyelusuri alam ini. Iaitu Iman dan Kufur, kita boleh memilih mana-mana jalan yang kita sukai. Kitalah yang membuat pilihan apakah pengakhiran kita nanti berdasarkan jalan yang kita lalui.
01.Beriman. Dalam surah al-Asr, Allah mengatakan bahawa, semua manusia ialah orang yang rugi. Namun, Allah mengasingkan orang-orang yang beriman daripada sekalian manusia tadi. Selain daripada orang yang beriman, secara pasti mereka inilah orang yang rugi. Allah kecilkan skop pandangan kepada orang yang beriman. Namun, tidak cukup sekadar itu, Allah kecilkan skop kepada ciri yang kedua.
02.Beramal soleh. Daripada kalangan orang yang beriman tadi, Allah mengasingkan lagi kepada golongan beriman dan beramal soleh. Adapun, yang tidak beramal soleh, mereka ini juga termasuk dalam golongan yang rugi walaupun mereka beriman. Dengan Iman sahaja tidak mencukupi untuk memenangi Syurga Allah yang lebih bernilai daripada segalanya di dunia ini.
Amal soleh ini juga perlu difahami secara jelas. Ramai yang beranggapan cukup sekadar solat, puasa, zakat, haji. Noktah. Inilah pengakhiran amal soleh bagi kebanyakan orang sekarang. Baik.. mari kita kaji, cukupkah empat (4) perkara tadi pelengkap sebagai orang yang beramal soleh? Dalam kehidupan seharian, kita punyai 24 jam. Masa yang kita peruntukkan untuk solat beserta zikir dan doa, kira-kira 20 min setiap solat fardhu.
Keseluruhannya,
[20 min] X [5 solat] = 100 min = 1 jam 40 min.
Kemudian, ditambah dengan solat-solat sunat, zikir-zikir dan qiamulllail, kita andaikan dua (2) jam dalam sehari.
Dalam sehari,
[100 min solat fardhu] + [2 jam amalan-amalan sunat] = 3 jam 40 min
Baik, bila dikira, berapa peratuskah amalan soleh kita dalam sehari?
[3 jam 40 min] / [24 jam] X 100% = 15.3%
Persoalannya, adakah ini dikatakan amal soleh? Adakah cukup dengan 15.3% dari kehidupan kita yang dikatakan amal soleh ini menjamin Syurga di akhirat kelak?
Tidak wahai saudaraku. Praktikal kita selama ini amat bertentangan dengan suruhan Allah 'azza wa jalla. Islam mengajar penganutnya untuk mengamalkan secara keseluruhan ajarannya dan kita tidak boleh mengambil separuh-separuh atau sebahagian daripada ajaran yang kita sukai sahaja.
Sudah pasti, keselurahan itu ialah 100%. Namun, dengan pengamalan kita selama ini, mana hilangnya 84.7% lagi daripada kehidupan kita? Adakah kita menyangka kita benar dan baik?
Berbalik kepada ayat 103, surah al-Kahfi, Allah kata mereka yang menyangka begini sebenarnya dalam kerugian.
Balasan bagi orang yang rugi firman Allah, "(Mereka yang bersifat) demikian, balasannya neraka Jahannam, disebabkan mereka ingkar, dan mereka pula menjadikan ayat-ayatKu dan Rasul-rasulKu sebagai ejek-ejekan." [al-Kahfi: 106]
Oleh itu, sebenarnya, Allah menyuruh hamba-hamba-Nya mengamalkan Islam secara 'total', 100%. Ini adalah semata-mata agar umat Islam bahagia dunia dan akhirat.
84.7% dari kehidupan kita tadi juga ditunjukkan oleh Nabi Muhammad S.A.W dengan panduan al-Quran. Solat, puasa dan lain-lain sahaja tidak cukup untuk dikatakan sebagai orang yang beramal soleh. Untuk menjadi orang yang beramal soleh, 100%, seluruh kehidupan diatur dengan Islam.
Sebagai contoh, aurat. Aurat lelaki amat mudah, namun ada juga yang payah untuk patuh. Aurat wanita berbeza, amat unik kerana wanita ini amat mulia di sisi Islam. Mereka dibaluti jubah bukan kerana fesyen tetapi kerana bernilainya susuk tubuh meraka. Bernilainya harga diri mereka. Mereka hanya untuk kerabat mereka sahaja. Mereka hanya selayaknya dilihat oleh suami mereka sahaja. Keindahan mereka tidak boleh dipertontonkan pada umum.
Berbalik kepada beramal soleh tadi. Sewajibnya, seluruh kehidupan kita diatur dengan Islam. Daripada sekecil-kecil perkara seperti masuk ke tandas, hingga ke sebesar-besar perkara seperti pemerintahan negara. Nabi S.A.W telah menunjukkan caranya mengikut Islam.
Contoh yang lain, apabila kita berjual beli, hendaklah tiada unsur riba. Apabila bergaul dengan masyarakat, perlu ada batas lelaki dan wanita. Apabila kita bekerja, perlulah yang halal. Apabila kita berjuang untuk Islam, sebenarnya kita berjuang untuk mendapatkan Syurga.
Inilah jual beli kita dengan Allah. Begitu juga dengan sistem kehakiman, pendidikan, pemerintahan dan lain-lain. Semuanya wajib diatur dengan Islam, barulah dikatakan beramal soleh. Di sini kita lihat, indah apabila semuanya diatur dengan Islam. Sejak mata dibuka di awal pagi, sehingga kita menutup mata kembali, semuanya diatur dengan Islam. Inilah golongan yang Allah golongkan sebagai orang yang beramal soleh.
Namun, tidak cukup sekadar itu, Allah kecilkan lagi skop pandangan orang yang beruntung.
03.Mengajak ke arah kebenaran.
Apa itu kebenaran? Yang hakiki, pasti 100% ISLAM sahajalah yang benar. Islamlah satu-satunya kunci kejayaan di dunia dan akhirat. Oleh itu, orang-orang yang tidak mengajak ke arah kebenaran walaupun mereka beriman dan beramal soleh tetap dikira rugi. Mungkin ramai yang menyedari kita perlu bersama-sama mengajak ke arah kebaikan. Namun, tidak semua yang berjaya memilih jalan yang betul. Ya, banyak kumpulan-kumpulan yang mengajak membuat kebaikan, tetapi, dalam yang banyak itu, yang manakah menuruti jalan Islam dengan benar? Mana satukah menuruti jalan Nabi S.A.W dengan benar?
Oleh itu, kita perlu bijak mengkaji dan memilih, kumpulan yang manakah yang boleh kita ikuti.
04.Mengajak dengan sabar. Ciri keempat inilah pelengkap. Orang-rang yang beriman, beramal soleh, ajak ke arah kebaikan dan dengan sabar, mereka inilah orang yang terkecuali daripada golongan yang rugi.
Inilah tafsiran surah al-Asr, surah yang amat singkat. Tafsiran yang masih banyak lagi lopongnya. Erti kata lain, ilmu Islam ini amat luas, sehinggakan tidak habis untuk kita pelajari. Saya mengajak diri saya sendiri, dan juga semua untuk sama-sama kita menghitung balik diri kita. Persoalkanlah dalam diri kita, apakah kita sudah beriman? Apakah kita sudah beramal soleh? Apakah kita sudah mengajak ke arah kebaikan dengan sabar?
Tanyalah diri kita. Tanyalah sebelum Mungkar dan Nakir yang amat kasar bertanya kepada kita. Tanyalah diri kita sebelum pintu rahmat Allah tertutup. Sayangilah keluarga kita. Kita pasti mahukan semua keluarga kita bersama-sama di Syurga.
Inilah kebahagian sebuah keluarga yang hakiki. Bertanya, Kemudian bertindak dengan cara apa jua. Ayuh bersama-sama menerapkan 100% Islam dalam kehidupan kita. Maksiat yang kita lakukan selama ini, sama-sama bertaubat. Larangan yang kita langgar selama ini, ayuh kita hentikan. Suruhan yang kita abaikan selama ini, ayuh kita laksanakan.
Sungguh benar kata Allah, Allah kurniakan dua jalan. Kita manusia berkuasa penuh memilih, jalan Iman mahupun ingkar. Tiada yang pertengahan. Tiada juga yang diistilahkan sederhana(moderate). Ketahuilah, Islam itu lengkap 100% tidak boleh dibahagi-bahagikan lagi.
Moga perkongsian ini dapat dimanfaatkan dan dikongsikan kepada insan-insan yang kita sayangi dengan harapan, kita semua berjumpa di satu tempat yang sama, Syurga. Wallahu a'lam...
"